"Untuk dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp40,8 triliun, sedangkan kredit mencapai Rp32,3 triliun dengan porsi kredit produktif sekitar 34,47 persen," tuturnya.
Selain kredit produktif, Heru juga membeberkan, Bank Sumut memperkuat transaksi perbankan melalui digitalisasi, termasuk mobile banking dan QRIS merchant.
Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS merchant mencapai 3,6 juta transaksi senilai Rp442,7 miliar, sementara transaksi mobile banking sebesar Rp18,5 triliun.
OJK dalam pertemuan ini menyampaikan, kondisi Bank Sumut secara umum tetap kuat, terutama dari sisi permodalan. Modal inti berada sekitar Rp4,4 triliun dengan rasio kecukupan modal sekitar 21 persen.
"Pertumbuhan kredit harus tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Kami juga ingin kredit tumbuh, tetapi kualitas aset dan pengelolaan risikonya harus semakin baik," papar Heru.