NADIKABAR.COM β Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan petugas merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada pengguna transportasi publik. Oleh karena itu, petugas perlu memahami peran dan prosedur penanganan yang sesuai ketika menghadapi situasi darurat.
βKeselamatan pengguna menjadi perhatian utama dalam setiap perjalanan LRT Jabodebek. Melalui simulasi ini, dapat melihat kesiapan petugas dalam merespons berbagai situasi darurat, memperkuat koordinasi antar unit, serta memastikan setiap tahapan penanganan dan evakuasi dilaksanakan sesuai prosedur. Dengan demikian, petugas diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus,β ujarnya.
Simulasi mencakup sejumlah skenario keadaan darurat yang berpotensi membutuhkan penanganan cepat di lingkungan stasiun, antara lain kebakaran, tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3), kepanikan pengguna saat alarm berbunyi, pengguna terjebak di lift, serta penanganan pengguna yang pingsan atau mengalami cedera ringan.
Dalam skenario kebakaran, petugas berlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis karbon dioksida (CO2). Sementara itu, penanganan tumpahan bahan kimia disimulasikan menggunakan _spill kit_ sesuai prosedur keselamatan. Skenario tersebut melatih petugas untuk mengenali risiko dan melakukan penanganan sesuai prosedur.
Pada skenario evakuasi lift, petugas mempraktikkan penggunaan kunci manual untuk membantu mengevakuasi pengguna yang terjebak. Simulasi juga mencakup penanganan pengguna yang pingsan, mulai dari pemberian bantuan hingga pemindahan ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Aspek keselamatan pengguna yang membutuhkan bantuan khusus turut menjadi perhatian. Dalam simulasi, petugas membantu ibu hamil menggunakan kursi roda dan melakukan evakuasi terhadap pengguna disabilitas. Sementara itu, simulasi juga dilakukan apabila terdapat alarm tanda bahaya berbunyi, dimana tim evakuasi memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal sebelum mengarahkan peserta menuju titik kumpul yang aman.
Pelaksanaan simulasi melibatkan petugas lintas fungsi, meliputi unit Operasi, Keamanan, Kesehatan, Fasilitas, Pelayanan Penumpang, dan Pekerjaan Sipil. Keterlibatan berbagai unit ini menjadi bagian dari latihan koordinasi agar setiap petugas memahami tanggung jawabnya dalam mendukung proses penanganan dan evakuasi.
Simulasi tanggap darurat tidak hanya berfungsi sebagai latihan bagi petugas, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.
βSetiap simulasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penerapan prosedur, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan memperkuat koordinasi antar personel. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan untuk mendukung kesiapsiagaan petugas di stasiun-stasiun LRT Jabodebek lainnya,β tambahnya.
Melalui kegiatan ini, LRT Jabodebek terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pengguna, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, sekaligus mendukung penyelenggaraan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan.