"Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur," jelas Paulus.
Pada proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tersebut, Paulus menjelaskan Waskita Karya telah membangun jalur sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun mencakup Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai.
Semua stasiun LRT Jakarta dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lain, sebagaimana terjadi di Stasiun Manggarai yang terintegrasi langsung dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, layanan bus Transjakarta, dan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
"Waskita Karya merasa bangga bisa terus mengawal perkembangan Ibu Kota Jakarta menjadi lebih modern, sehingga tidak kalah dengan kota-kota di negara lain. Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," pungkasnya.