Luhut menjelaskan ke depannya, arah pertumbuhan ekonomi Indonesia dirancang dengan menggabungkan modal, inovasi, dan talenta. Pemerintah mendorong transisi dari sekadar investasi modal menuju penguatan kapabilitas, serta dari transfer teknologi menuju kolaborasi inovasi bersama mitra global.
Ia mencontohkan pada ekosistem nikel, baterai, dan kendaraan listrik yang mana akan didorong dengan pendalaman riset pemberdayaan rantai pasok domestik, serta penerapan standar produksi yang lebih bersih dan efisien.
Tak hanya itu, Luhut menyebut para insinyur lokal juga dapat bekerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan teknologi baterai, daur ulang, dan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas.