NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memperkenalkan teknologi pemerintahan atau "government technology" (GovTech) kepada pejabat China dan Warga Negara Indonesia (WNI) di China.
"Kita saat ini sedang mempersiapkan GovTech. Lalu, kami juga punya AI (Artificial Intelligence) Research di Bali, ada beberapa puluh orang di sana, jadi bisa juga kita 'join' dengan 'researcher' China mengenai AI," kata Luhut kepada NadiKabar di Beijing, Jumat (18/9).
Luhut berada di China pada 15-18 September untuk menghadiri sejumlah pertemuan, termasuk China Economic and Social Forum 2026 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang; bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sekretaris Jenderal Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Dongfeng, Ketua NDRC Zheng Shanjie; serta memberikan kuliah umum di Universitas Tsinghua.
GovTech tersebut diperkenalkan Luhut saat berbicara dengan pejabat pemerintahan China dan mahasiswa Universitas Tsinghua.
"Dalam GovTech tersebut, Luhut menyebut semua bekerja dalam satu ekosistem dan ini saya kira deregulasi dengan otomatis akan terjadi, karena nanti sistem ini akan merobohkan semua aturan-aturan dan kami harap, national 'roll-out' akan terjadi pada bulan Oktober ini," ungkap Luhut.
Luhut menyebut persiapan GovTech telah mencapai 80 persen dengan menyatukan hampir 27 ribu aplikasi yang tersebar di berbagai kementerian dan pemerintah daerah.