"Ya kita berharap lebih cepat, tapi kita membuat worst case scenario, kalau itu terjadi, maka harga minyak itu tetap akan tinggi," ujarnya.

Di sisi lain, ketidakpastian keamanan di Timur Tengah membuat sejumlah pemilik modal mulai mencari negara lain untuk menempatkan dananya. Luhut menyebut Indonesia menjadi salah satu tujuan yang dipertimbangkan, khususnya Bali.

Ia mengaku telah bertemu dengan sejumlah investor Timur Tengah yang tertarik membawa dananya ke Indonesia. Namun, mereka masih mempertanyakan kepastian hukum sebelum mengambil keputusan investasi.