Diterima di Oxford baginya membuka mata karena bertemu banyak orang dengan pemikiran baru dan yang turut berkutat di bidang minatnya. Tak hanya lewat acara, mereka juga bisa bertukar obrolan saat jam makan.
"Jadi saya banyak bertemu para pemikir luar biasa. Ini pengalaman yang sangat merendahkan hati. Tentunya secara jejaring sangat bagus. Kita bisa bertemu yang terbaik di bidangnya," tuturnya.
Di samping banyak klub akademik, ia mengungkapkan, banyak juga klub nonakademik yang seru untuk diikuti. "Ada klub Quidditch (olahraga dari seri Harry Potter), dan ada akademik klub untuk setiap minat yang ceruk," imbuhnya.
Seperti yang disampaikannya dalam proses seleksi program master dan beasiswa, Rangga kemudian melanjutkan studi program doktor di Oxford, tepatnya di program Socio-Legal Studies, pada 2019 hingga 2023.
Pada masa studi S3, ia menyusun disertasi berjudul "Unity in Spite of Diversity: Heritage as a Nation-Building Strategy in Indonesia".
Jardine Scholarship dikelola oleh Jardine Foundation, yayasan pendidikan dari perusahaan investasi Jardine Matheson. Director of Jardine Matheson Holdings Ltd, Anthony Nightingale, menuturkan, pihaknya terbuka bagi lulusan dari beragam latar bidang studi.