"Ketika kami mencari pelajar, kami happy mereka datang dari bidang apa pun. Contohnya, Pak Rangga berbicara mengenai mendapatkan beasiswa di bidang arkeologi," tuturnya.
"Menurutku ini tidak lazim, tetapi ini adalah contoh bagaimana ia dapat memaparkan dengan baik hari itu (saat seleksi), he made a good case. Karena itu, kami memberikan beasiswa di bidang tersebut," sambungnya.
Ia mengatakan, kebanyakan pelamar beasiswa Jardine lebih memilih bidang studi teknik, kesehatan, ilmu komputer, hingga kebijakan publik.
"Kami senang dengan semua bidang tersebut," tuturnya.
Terlepas dari itu, ia mengatakan pihak Jardine mencari pelajar dengan kemampuan akademik dan akan benar-benar memperoleh manfaat dari pemberian beasiswa ini.
"Kami juga mencari orang yang kami lihat akan berkontribusi untuk masyarakat dalam jangka panjang, dan, semoga, akan memegang peran kepemimpinan dalam apa pun bidang pilihannya," sambungnya.