Pemimpin Partai Nasional Luxon (56) lahir di Selandia Baru pada 1970. Sebelum terjun ke dunia politik, ia memimpin maskapai penerbangan nasional Air New Zealand. Ia juga pernah bekerja di Amerika Serikat dan Kanada sebagai eksekutif perusahaan barang konsumsi Unilever.
Luxon bekerja selama 18 tahun di Unilever, dari 1993 hingga 2011, termasuk menduduki sejumlah posisi senior di luar negeri dan menjabat sebagai presiden Unilever Kanada pada 2008.
Ia bergabung dengan Air New Zealand pada 2011, diangkat menjadi kepala eksekutif pada 2012, dan meninggalkan maskapai tersebut pada 2019.
Luxon, yang memiliki dua anak, pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada 2020 dari daerah pemilihan Botany, Auckland. Setahun kemudian, ia menjadi pemimpin Partai Nasional dan menjabat sebagai pemimpin oposisi dari 2021 hingga 2023.
Luxon membawa Partai Nasional meraih kemenangan dalam pemilu 2023 dengan menonjolkan pengalamannya di dunia bisnis.
Ketika menjabat sebagai perdana menteri ke-42 Selandia Baru setelah pemilu 2023, Luxon terbilang masih baru dalam dunia politik, dengan pengalaman hanya tiga tahun sebagai anggota parlemen.
Sejumlah capaian Luxon sebagai perdana menteri antara lain kesepakatan perdagangan bebas dengan India, peningkatan ekspor, reformasi pendidikan, serta langkah-langkah yang lebih tegas terhadap geng kriminal.
Namun, para analis menilai pemulihan ekonomi dalam negeri berlangsung lambat. Selama tiga tahun masa pemerintahannya, biaya hidup dan pengangguran meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi upayanya meraih masa jabatan kedua, terutama dari partai-partai oposisi berhaluan kiri.