Mereka menggambarkan Luxon sebagai seorang jutawan yang tidak memahami kesulitan hidup masyarakat biasa.

Kepemimpinan Luxon menghadapi gejolak yang tidak biasa pada tahun terakhir masa jabatannya, di tengah hasil jajak pendapat yang lemah, tekanan ekonomi, dan ketegangan di dalam koalisi tiga partai yang dipimpinnya.

Luxon berhasil bertahan dalam dua pemungutan suara kepercayaan oleh anggota parlemen Partai Nasional, masing-masing pada April dan Agustus 2026, terkait kepemimpinannya di partai tersebut.

Pemungutan suara kedua berlangsung setelah Menteri Pertahanan saat itu, Chris Penk, berupaya merebut kepemimpinan partai. Luxon kemudian memberhentikan Penk dari kabinet.

Namun, persoalan politik yang dihadapi Luxon belum berakhir. Jalannya untuk kembali menduduki jabatan perdana menteri tidak akan mudah karena masih ada tantangan dari penghitungan suara khusus dan negosiasi yang berlarut-larut.

Saat berbicara kepada para pendukungnya di Auckland, Luxon mengatakan hasil pemilu masih "terlalu ketat untuk dipastikan" karena hasil akhir bergantung pada suara khusus yang belum dihitung.

Ia mengatakan bahwa "negosiasi dan kompromi" diperlukan untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Penerjemah: Primayanti