Toni yang juga menjabat Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun mengatakan, dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan.
Toni menyebut, anaknya diduga dianiaya karena makanan yang dibeli tidak sesuai dengan permintaan senior. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi goreng, tetapi yang dibawa justru mi kuah hingga membuat murka senior saat di asrama.
"Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi goreng namun diberikan mi kuah," tutur Toni, dengan mata sembab usai menangisi kepergian anaknya kepada NadiKabar, Jumat dini hari (11/9/2026).