Berdasarkan pengujian internal Apple, MacBook Pro M6 mampu menjalankan pemrosesan awal prompt LLM hingga 1,3 kali lebih cepat dibandingkan MacBook Pro M5. Peningkatan serupa juga diklaim pada rendering ray tracing di Blender dan kompilasi proyek menggunakan Xcode.

Bagi pengguna MacBook Pro M1, lonjakan performanya jauh lebih besar. Apple mengklaim rendering ray tracing di Blender meningkat hingga 11,7 kali, pemrosesan awal prompt LLM hingga 13 kali, dan kompilasi proyek Xcode hingga 2,5 kali lebih cepat.

Artinya, peningkatan ke M6 berpotensi lebih terasa bagi pengguna MacBook generasi lama dibandingkan mereka yang baru menggunakan M5.

Beralih ke layar, MacBook Pro M6 menggunakan panel Liquid Retina XDR dengan kecerahan puncak HDR hingga 1.600 nits dan rasio kontras 1.000.000:1. Apple turut menyediakan opsi nano-texture untuk mengurangi pantulan saat bekerja di lingkungan terang.

Daya tahan baterainya diklaim mencapai 24 jam, tergantung penggunaan dan konfigurasi. Laptop ini juga mendukung pengisian cepat hingga 50% dalam 30 menit menggunakan adaptor USB-C kompatibel, seperti adaptor 96W.

Klaim baterai tersebut menjanjikan untuk mobilitas, meskipun ketahanan saat menjalankan rendering video atau beban kerja AI berat tentu perlu dibuktikan melalui pengujian langsung.

Untuk konektivitas, Apple menghadirkan Wi-Fi 7, Bluetooth 6, tiga port Thunderbolt 4, HDMI, MagSafe 3, slot kartu SDXC, dan jack headphone. MacBook Pro M6 juga mendukung hingga dua monitor eksternal.

Kelengkapan port ini menjadi nilai tambah bagi fotografer, videografer, dan pengguna yang membutuhkan beberapa layar untuk bekerja.