"Itu wajar soal internal, tapi jangan sampai lembaga ini kalah dengan oknum di dalam. Profesionalismenya dikedepankan," ujarnya.

Dia berpendapat kinerja penyitaan dana belasan triliun rupiah itu menunjukkan konsolidasi internal di kejaksaan berjalan efektif dan tidak terganggu dinamika di dalam maupun luar.

Di sisi lain, Dhona juga menyoroti soliditas kepemimpinan sebagai kunci, di mana kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin yang dipadukan dengan eksekusi teknis dan taktis oleh Jampidsus Kuntadi menciptakan keberanian menembus tembok kekuasaan korporasi.

Penyitaan aset bernilai tinggi seperti jet pribadi hingga simpanan ratusan miliar, menurutnya, juga bukti Kejaksaan Agung (Kejagung) bekerja tanpa pandang bulu.

"Kepemimpinan yang tegas dan berani dipadukan dengan eksekusi yang sangat teknis dan presisi oleh Jampidsus adalah kuncinya," ucapnya.

Mengenai isu pergantian Jaksa Agung, MACS Institute berpendapat stabilitas lebih penting saat lembaga sedang performa puncak.