"Sebenarnya inovasi ini bisa dikembangkan untuk jenis kanker lain juga. Cuma untuk penelitian kami saat ini memang difokuskan pada kanker serviks," ungkapnya.

Proses membuat ekstrak kapsul kanker serviks secara umum dimulai dengan daun sirsak liar yang dikeringkan, lalu dihaluskan jadi serbuk. Kemudian, serbuk ini diekstraksi dengan pelarut untuk menarik senyawa bioaktif dari daun.

Hasil ekstraksi lalu disaring dan dipekatkan sampai diperoleh ekstrak yang kemudian dianalisi untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan potensi biologisnya. Rossi mengatakan, proses penyusunan produk dilakukan selama enam bulan, mulai dari menentukan ide dan masalah yang diangkat, lalu kajian literatur, identifikasi senyawa, dan pengembangan serta analisis awal SUPER NOVA melalui pendekatan in silico.

"Saat ini, penelitian masih terus kami kembangkan melalui penyempurnaan analisis, molecular dynamics, dan penyusunan proposal penelitian. Target kami pada September 2026 adalah mulai menyusun dan mengajukan hasil penelitian ini untuk publikasi jurnal ilmiah," terangnya.