"Untuk perbedaan dan keistimewaan dari versi sebelumnya, untuk kendaraan ini lebih efisien dari versi sebelumnya. Untuk yang Wirasena itu bisa Jakarta pulang-pergi," jelasnya.

Tak mau kalah, kategori Prototype yang diberi nama Nirankara mencatatkan rekor yang lebih jauh. Untuk Nirankara bisa digunakan untuk Solo-Lombok.

"Untuk yang prototype (Nirankara) sendiri, kira-kira untuk 1 liternya bisa sampai ke Lombok pulang-pergi. Kalau yang Wirasena itu bisa Jakarta pulang-pergi," ungkapnya.

Meski fokus pada keiritan, mobil-mobil ini tetap bisa dipacu hingga kecepatan maksimal 50 km/jam. Untuk urusan bahan bakar, Wirasena menggunakan bahan bakar Pertadex, sementara Nirankara menenggak Pertamax Turbo.

"Wirasena kami menggunakan bahan bakar Pertadex, untuk yang Nirankara kami menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo," bebernya.

Sementara itu, Vice Manager Bengawan Team Iqbal Haris mengatakan, Nirankara 4.0 yang memiliki bentuk lonjong itu dikembangkan selama 1 tahun. Konsep pengujian dilakukan dengan menjalankan kendaraan pada sirkuit yang telah ditentukan dan sebelumnya sudah diukur jarak serta waktu tempuhnya.