Mahasiswa meminta laporan perkembangan pembenahan disampaikan secara berkala setiap tiga bulan hingga seluruh rekomendasi audit dan reformasi dinyatakan selesai.
"Jadi enggak cuma, 'oh, masih hangat nih infonya, cuma sebulan.' Enggak, kita pengin sampai ini benar-benar selesai, sampai tuntas. Kita ingin ada komunikasi lebih lanjut mahasiswa sampai rektor," tegas Yosi.
Mahasiswa juga menginginkan forum pengawasan bersama minimal satu kali setiap semester. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi tempat menyampaikan persoalan yang muncul di lingkungan fakultas maupun program studi.
"Jadi kita pengin dari apa yang kita minta itu, kita adakan setiap semester. Kita inginkan adanya diskusi, ingin adanya apa sih permasalahan entah itu dari mahasiswa sendiri, di fakultas, di prodi, jadi bisa langsung sampai ke rektorat," katanya.
Yosi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa yang sebelumnya disampaikan dalam aksi.
"Betul, menggali tuntutan yang kemarin. Pasti ada beberapa pertanyaan yang mungkin mahasiswa ingin ajukan mumpung ada seperti ini," ujarnya.
Dia juga mengapresiasi respons Plt Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman yang bersedia menemui mahasiswa.
"Ya untuk responsnya sendiri alhamdulillah sudah memenuhi. Walaupun memang adanya ya kita ingin cepat selesai, tapi sudah ingin menemui pun kita sudah alhamdulillah bersyukur," katanya.
Sementara itu Plt Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman mengatakan pihaknya menyepakati tuntutan mahasiswa. Bahkan, menurutnya, tindak lanjut yang disiapkan akan dibuat lebih rinci dengan target waktu pada setiap poin.
"Semua tuntutan mahasiswa kita sepakati, bahkan melebihi. Setiap poin dibuat timeline," kata Ali.
Ali mengatakan Unsoed juga akan membentuk satuan tugas (satgas) di masing-masing fakultas. Satgas tersebut akan melibatkan berbagai unsur kampus untuk menghimpun masukan dan mengawal proses pembenahan.