NADIKABAR.COM — Sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung rektorat kampusnya. Mereka menuntut transparansi soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Kedatangan para mahasiswa itu untuk menagih respons pihak kampus atas tuntutan mereka dalam aksi sebelumnya.

"Untuk penerimaan mahasiswanya, untuk apakah UKT dan IPI yang masuk itu apakah benar-benar masuk ke fakultas atau bagaimana," kata salah satu perwakilan mahasiswa, Yosi, saat ditemui wartawan di sela aksi, Kamis (27/8/2026).

Mahasiswa juga meminta reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Mereka ingin seluruh biaya, mekanisme seleksi, hingga prosedur penerimaan dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat.

"Jadi pastinya seluruh biayanya itu terbuka, mekanisme seleksinya seperti apa, itu bisa visible di masyarakat," ujarnya.

Selain itu, mahasiswa meminta evaluasi terhadap seluruh jajaran birokrasi kampus.

"Lalu ada evaluasi seluruh jajaran birokrasi, seperti yang sudah terjadi kemarin, dengan adanya penangkapan kan kita tidak mau ada aksi lanjutan dari KPK ataupun dari instansi yang lain. Jadi kita pengin dievaluasi seluruh jajaran dari universitas," jelasnya.

Tuntutan mahasiswa berikutnya yakni pembangunan sistem keterbukaan anggaran yang bisa diakses sivitas akademika secara berkala. Menurut Yosi, mahasiswa ingin mengetahui secara jelas penggunaan berbagai dana yang masuk ke universitas.

"Jadi seperti yang dilanjutkan tadi dari biaya-biaya yang masuk itu, kita ingin kejelasannya seperti apa. Apakah dana yang masuk itu untuk apa, kami pengin kejelasannya di mana," kata dia.

Mahasiswa juga meminta adanya forum pertanggungjawaban terbuka bersama mahasiswa paling lambat 14 hari. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog tim redaksi mahasiswa dengan pimpinan kampus.

"Jadi ya ini salah satu aksi lanjutan yang kemarin tuntutannya, kita ingin ada dialog lebih lanjut dengan dekan, dengan rektor, seperti itu," ujarnya.