MADN juga mengajak masyarakat Dayak di seluruh Kalimantan untuk menggelar doa bersama lintas agama. Doa tersebut ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dengan harapan hujan segera turun dan bencana asap dapat berakhir.

"Mempertebal iman dan secara serentak memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa ... agar diturunkan hujan yang berkah dan bencana asap ini segera berakhir," tulis Marthin.

Tak hanya itu, MADN turut meminta perangkat adat memperkuat pengawasan dan penegakan hukum adat di wilayah masing-masing. Para Temenggung, Damang, Domong, serta Kepala Adat diminta untuk bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti sengaja maupun lalai menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Penerapan sanksi berdasarkan hukum adat setempat terhadap pelanggar harus ditegakkan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah hukum adat.

MADN menegaskan seluruh imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat di Tanah Kalimantan, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat adat untuk mengambil tindakan cepat dan bertanggung jawab dalam menghadapi ancaman kekeringan serta karhutla.