NADIKABAR.COM — Polisi mengungkap awal mula kuburan berusia 41 tahun di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) dipindah gegara urusan pemilihan kepala desa (Pilkades). Makam dipindahkan usai ejekan jagoan Pilkades kalah.

Kisruh ini berawal dari pilkades yang melibatkan dua warga, sebut saja A dan B. Si A adalah pendukung calon kades yang menang, sementara si B adalah pendukung calon yang kalah.

Persoalan bermula karena ada ketersinggungan antara dua pendukung tersebut soal calon jagoan masing-masing. Si B, yang sekaligus pemilik lahan kuburan, merasa tersinggung oleh si A karena jagoannya 'diejek'.

"Awalnya itu karena dengar suara-suara terkait pilkades juga, 'Nggak punya uang kok Si C nyalon-nyalon', punya ketersinggungan di situ," kata Kapolsek Cabangbungin AKP Alex Candra saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).

Ketersinggungan itu berlanjut menjadi konflik sosial. Si B selaku pemilik lahan kuburan kemudian meminta si A memindahkan makam almarhum ayahnya.

"Dari pihak yang menang dan kalah ini ya, pendukungnya, gitu. Akhirnya karena ada omongan gitu, omong aja 'keluarga dimakamkan di tempat saya kok,' bilang gitu. Yang satu ngomong, 'Itu kan calonmu, nyalon-nyalon tapi nggak ada duit kan kalah,' kayak gitu," jelasnya.

Petugas kepolisian dan perangkat desa kemudian menengahi keduanya. Akhirnya, didapatkan kesepakatan untuk pemindahan jenazah dari kuburan tersebut.

Jenazah dipindahkan pada Minggu (25/10). Saat ini perselisihan kedua pihak telah selesai.