Pada bagian luar nisan kaki terdapat inskripsi Arab yang berbunyi Lā ilāha illallāhu Muhammadu rasūlullāh, dengan arti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah".

Sementara itu, bagian dalam nisan kaki memiliki ukiran sinar matahari yang di bagian tengahnya dilengkapi motif bunga teratai. Di bawah motif tersebut terdapat inskripsi angka tahun 1349 Saka atau 1427 Masehi.

Pada bagian luar nisan kepala terdapat inskripsi Arab yang sama dengan makam Pangeran Noto Suryo dan Patih Noto Kusumo, yakni Lā ilāha illallāhu Muhammadu rasūlullāh yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah".

Bagian dalam nisan kepala juga dihiasi ukiran sinar matahari dengan bunga teratai di bagian tengah. Di bawah motif tersebut terdapat angka tahun 1399 Saka atau 1477 Masehi.

Pada bagian luar nisan kepala terdapat inskripsi Arab Kullu nafsin dzā'iqatul maut, yang berarti "Tiap-tiap yang bernyawa pasti mengalami kematian".

Bagian dalam nisan kepala dihiasi ukiran sinar matahari dengan bunga teratai di bagian tengahnya. Di bawah motif tersebut terdapat ukiran angka tahun, tetapi kondisinya telah aus sehingga tidak dapat diidentifikasi.

Selain makam-makam tersebut, terdapat sejumlah nisan lain yang tidak memiliki angka tahun. Namun, beberapa di antaranya tetap dihiasi dengan motif sinar matahari atau Surya Majapahit.

Keberadaan inskripsi bahasa Arab, angka tahun Saka, dan motif Surya Majapahit pada kompleks Makam Tujuh menunjukkan adanya tinggalan Islam di lingkungan Majapahit. Perpaduan unsur tersebut menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan dan keberadaan komunitas muslim di Trowulan pada masa lalu.