Yang lebih mengejutkan lagi, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang makan terlalu cepat lebih rentan terkena risiko obesitas 115 persen lebih tinggi dibandingkan yang lambat.
Rasa lapar dan kenyang diatur oleh hormon yang ada di dalam tubuh. Setelah makan, tubuh menekan produksi ghrelin atau hormon yang mendatangkan rasa lapar. Dan di waktu yang bersamaan, tubuh juga melepaskan hormon yang memberi sinyal kenyang.
Sinyal tersebut lalu diteruskan ke otak untuk memberi tahu bahwa tubuh sudah mendapatkan makanan. Ketika hal itu terjadi, nafsu makan bisa turun karena rasa kenyang. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Makan secara cepat bisa membuat seseorang terus makan meskipun makanan yang dikonsumsinya sudah cukup bagi tubuh. Hal itu terjadi karena rasa lapar belum datang.
Kondisi tersebut tidak akan terjadi jika makan dengan perlahan. Cara ini membuat otak memiliki lebih banyak waktu untuk menerima sinyal kenyang dari tubuh. Efeknya, seseorang akan sadar bahwa dirinya sudah cukup makan sebelum makan berlebihan.