Ada satu hal lagi yang membuat arsik dalam pesta pernikahan berbeda dari makanan biasa yaitu siapa yang memberikan. Dalam tradisi pernikahan adat Batak Toba, ikan mas arsik diberikan oleh pihak hula-hula, yaitu keluarga dari pihak perempuan yang memiliki kedudukan penting dalam sistem Dalihan Na Tolu. Pemberian tersebut menjadi bagian dari hubungan kekerabatan dan penyampaian restu kepada pasangan.

Pada akhirnya, arsik bukan hanya tentang ikan mas yang dimasak dengan bumbu khas Batak. Di dalamnya ada doa untuk rumah tangga, harapan akan keturunan, serta restu yang menyatukan dua keluarga. Mungkin setelah pesta usai, ikan itu akan habis disantap.

Namun, makna yang dibawanya tidak ikut hilang. Sebab di meja pernikahan Batak, arsik bukan sekadar hidangan ia adalah doa yang sengaja dibuat untuk bisa dimakan.

Artikel ditulis Nency, mahasiswi PKL Unimed di NadiKabar.com