Artinya: Dari sahabat Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Haji mabrur tiada balasan lain kecuali surga." Lalu sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa (tanda) mabrurnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Memberikan makan kepada orang lain dan melontarkan ucapan yang baik." (HR Ahmad, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi)
Hadis tersebut menggambarkan bahwa kemabruran haji tidak hanya berkaitan dengan ritual ibadah, tetapi juga tercermin dalam hubungan seseorang dengan orang lain. Sikap gemar berbagi makanan dan menjaga perkataan menjadi salah satu tanda yang disebutkan dalam hadis.
Ada pula hadis lain yang menjelaskan keadaan seseorang setelah menjalankan haji dengan baik dan menjauhi perbuatan dosa:
وَعَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقولُ منْ حَجَّ فَلَم يُرْفُتْ وَلَم يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَومِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ متفق عليه
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia berkata mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa mengerjakan haji, lalu ia tidak berbuat kelalaian dan tidak pula mengerjakan dosa yakni kemaksiatan besar atau yang kecil tetapi berulang kali, maka ia akan kembali dari ibadah hajinya itu sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya yakni tidak ada dosa dalam dirinya sama sekali." (Muttafaq 'alaih)
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan haji yang dijalankan dengan menjauhi perbuatan dosa dan kelalaian. Karena itu, salah satu hal penting setelah menunaikan haji adalah mempertahankan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.