"90+2. 90+7, bagi ajelah pialanya hahaha..." tulis akun @OnefootballM.
Ramainya protes dari kubu Malaysia kemudian memancing respons warganet Indonesia. Mereka menilai Malaysia seharusnya menerima hasil pertandingan karena kedua tim sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar gol sebanyak-banyaknya.
Warganet Indonesia juga mengingatkan bahwa yang menentukan kelolosan bukan injury time semata, melainkan jumlah gol sepanjang fase grup. Setelah poin dan selisih gol kedua tim identik, Indonesia unggul karena mencetak 11 gol dibanding sembilan milik Malaysia.
"Tambahan waktu 2 menit sama sekali tidak masuk akal mengingat semua insiden di babak kedua. Itulah mengapa ofisial Indonesia memprotes. Jika kami curang, skornya akan 9-0, bukan 9-2. Tonton pertandingan Malaysia vs Singapura, itu yang mencurigakan," kata @nugraha_aris.
"Dimaklumi saja kalau mereka protes... itu cara mereka mengekpresikan kekecewaan karena gagal ke final. nnti jg kn terbukti yg main curang siapa...gak nyangka Sgp kalah 6-0...." kata @4646mawar20.
"7 menit itu mengenang 7 pemain palsu. Coba klo pemain palsunya 2 orang pasti extra timenya cuman 2 menit. Sederhana saja," canda @apaaja_bol3h.