"Keputusan ini juga mempertimbangkan pergerakan angin ke arah utara dan prakiraan cuaca untuk tiga hingga empat hari ke depan, yang akan menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan kapan sekolah dapat dibuka kembali," ucapnya.

Dr Muhammad Naqib mengatakan bahwa langkah ini sejalan dengan arah pejabat pemimpin Johor, Tunku Mahkota Ismail, yang mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ditambahkan oleh Dr Muhammad Naqib bahwa kegiatan "Belajar dan Mengajar dari Rumah" atau PdPR akan tetap berlangsung selama masa penutupan, sesuatu dengan panduan Kementerian Pendidikan.