Kendati demikian, dia menegaskan bahwa kebutuhan para siswa yang akan mengikuti ujian dan penilaian akan tetap diperhatikan, dengan kemungkinan pengecualian terbatas.

"Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Johor (JPN) dan wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) kesehatan secara ketat, tanpa diperbolehkannya kegiatan tambahan apa pun," ucap Dr Muhammad Naqib.

Langkah memperpanjang penutupan sekolah-sekolah ini diambil setelah otoritas Johor meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah sejak 8 Oktober, yang kemudian diperpanjang lima hari sejak 12 Oktober, dan kembali diperpanjang pekan ini.