NADIKABAR.COM — Malaysia menilai serbuan berkali-kali oleh Israel ke Kompleks Masjid Al-Aqsa bertujuan mengubah identitas dan karakter situs suci umat Muslim tersebut.
"Tindakan-tindakan ini bukan sekadar provokasi yang berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rezim Zionis Israel untuk mengubah identitas dan karakter Masjid Al-Aqsa serta Yerusalem Timur yang diduduki," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra), di Kuala Lumpur, Rabu.
Malaysia menyatakan mengecam sekeras-kerasnya penyerbuan terbaru ke Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, yang diduduki oleh lebih dari seribu pemukim ilegal Israel dan pejabat senior rezim yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional rezim Israel di bawah perlindungan tentara Israel pada 28 September 2026.