Pilot kedua itu disebut bekerja untuk maskapai yang berbeda dari pilot pertama yang lebih dulu ditangkap di Indonesia. Keduanya diduga berkaitan dengan jaringan penyelundupan narkoba tersebut.

Sebelumnya, enam orang telah ditangkap berdasarkan informasi yang diperoleh saat polisi Malaysia memeriksa pilot pertama. Tim Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman juga dikirim ke Jakarta pada 11-15 Agustus untuk membantu penyelidikan.

Enam tersangka tersebut diduga berperan sebagai pemasok dan kurir yang menyediakan narkoba untuk pilot pertama. Pilot itu ditangkap setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari Kuala Lumpur menggunakan Malaysia Airlines penerbangan MH727 pada akhir Juli.