NADIKABAR.COM — Aksi pencurian lampu penerangan proyek tol Jogja-Solo berhasil digagalkan oleh pekerja proyek. Pelaku berhasil diringkus saat beraksi berikut barang bukti tiga buah lampu sorot yang dibawa menggunakan plastik kresek.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan aksi pencurian tersebut terjadi pada Rabu (26/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Aksi pencurian tersebut dipergoki salah satu pekerja berinisial YAF (20) yang mendapati adanya area proyek yang gelap.
"Mendapati lampu penerangan yang sebelumnya menyala tiba-tiba tidak berada di tempat. Saat dilakukan pengecekan, saksi melihat seorang laki-laki yang tidak dikenal membawa lampu penerangan proyek," jelas Argo saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).
Pekerja itu kemudian membuntuti orang tersebut sembari memberitahukan kejadian kepada rekan-rekan pekerja lainnya.
"Setelah tiba di lokasi, para pekerja meneriaki terduga pelaku hingga yang bersangkutan berlari dan dikejar. Terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan bersama barang bukti lampu penerangan proyek," ungkap Argo.
"Akibat kejadian tersebut, PT Adi Karya selaku pihak proyek mengalami kerugian berupa 3 unit lampu LED 200 watt dengan total nilai sekitar Rp 4,5 juta. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Gamping untuk dilakukan Penanganan lebih lanjut," sambungnya.
Dihubungi terpisah, Humas PT Adhi Karya Agung Murhandjanto membenarkan adanya pencurian itu. Adapun lokasi proyek yang lampunya dimaling yakni di ramp on simpang Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman.
"Itu lokasi proyek di daerah ramp on, yang ujung itu lho yang dekat jalan. Ram on sebelah sebelah timur simpang Kronggahan," ujar Agung saat dihubungi.
Dalam melancarkan aksinya, kata Agung, pelaku merubuhkan tiang lampu, melepas lampu dari tiang, kemudian meninggalkan tiang itu begitu saja.
"Besi tiangnya ditinggal. Kalau kemarin yang tertangkap tangan ada 3 unit ya dari kami, dia sudah bawa kantong plastik yang berisi 3 lampu itu yang diambil," papar Agung.
"Jalan kaki, kemarin kita tanyain, dia tidak membawa identitas sama tidak membawa kendaraan. Tapi nggak tahu ya, itu kan pengakuan dia di lapangan ya," imbuhnya.
Agung menjelaskan, keberadaan lampu itu begitu vital karena fungsi utamanya untuk menerangi jalan yang bersinggungan langsung dengan proyek. Atas kejadian ini, pihaknya juga akan menambah pengamanan di area proyek.
"Sangat vital, jadi itu fungsinya untuk menerangi jalan sehingga untuk membantu kelancaran pengendara yang melintas di situ, karena kan lampu PJU utama kan selama ada proyek kita lepas kan," ungkap Agung.
"Ya kemarin kita sudah briefing, jadi kita akan meningkatkan teman-teman keamanan yang jaga malam di proyek terutama, untuk lebih waspada dan lebih aware. Jadi apabila ada titik lampu yang mati, segera didatangi untuk dicek," pungkasnya.