"Ada potensi bisa menjadi kawasan industri, bahkan mungkin bisa kita dorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yang memiliki potensi untuk betul-betul melakukan hilirisasi sumber daya kita dan menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan yang sangat besar," ujar Sarmuji di acara Rapimnas Kadin, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Sarmuji mengungkapkan saat ini pulau tersebut hanya dihuni sekitar ratusan kepala keluarga (KK). Namun, jika proses pengembangan menjadi KEK berjalan lancar dan dilakukan secara terintegrasi, pulau tersebut berpotensi menjadi pusat kegiatan industri yang menyerap 200 ribu hingga 250 ribu tenaga kerja.

"Pulau yang hanya dihuni kira-kira ratusan KK itu mungkin akan berpotensi hadir sekitar 200 sampai 200.000 sampai 250.000 tenaga kerja," terang Sarmuji.