NADIKABAR.COM — Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan akan meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menarik agen-agen imigrasi federal dari Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dari kota New York, menyusul insiden penembakan yang memicu ketegangan.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) melaporkan bahwa seorang pria tertembak di area Marble Hill, Bronx, pada Kamis (8/10) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Penembakan itu melibatkan agen ICE dan dipicu oleh pertikaian dengan agen imigrasi federal yang dikerahkan ke kota New York.

Mamdani dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) kemudian mengonfirmasi bahwa penembakan itu terjadi dalam operasi yang dilakukan oleh ICE, badan yang bertanggung jawab atas kebijakan penertiban imigrasi era Trump.

Juru bicara DHS mengatakan bahwa para agen ICE sedang berupaya "menangkap seorang imigran ilegal yang merupakan pelaku kriminal asal Republik Dominika, yang memiliki riwayat hukuman pidana atas pencurian besar-besaran, dan pernah ditangkap berkali-kali karena kasus penganiayaan, perampokan, kepemilikan narkoba, dan kepemilikan senjata".

Mamdani dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), mengatakan bahwa terdapat seorang anak berusia lima tahun di dalam mobil saat insiden penembakan itu terjadi.