Awalnya, DHS menyatakan bahwa individu yang menjadi target operasi itu memiliki kaitan dengan sebuah geng kriminal asal Dominika, namun kemudian merilis pernyataan yang direvisi dengan penyebutan soal geng kriminal itu dihapus.

Menyusul insiden penembakan itu, berdasarkan pantauan AFP, ratusan demonstran berkumpul dan menggelar aksi damai di lokasi kejadian pada Kamis (8/10) malam untuk menyatakan penolakan terhadap penindakan keras terhadap imigrasi oleh Trump.

Banyak orang kemudian bergerak ke rumah sakit yang menjadi tempat korban penembakan ICE itu dirawat.

Gubernur New York, Kathy Hochul, dalam pernyataan via media sosial X mengharapkan agar "otoritas federal memberikan penjelasan yang lengkap dan transparan mengenai situasi di balik insiden tersebut".

Agen-agen ICE terlibat rentetan kasus penembakan yang menggemparkan publik AS sepanjang tahun ini. Dua kasus penembakan di antaranya menewaskan dua warga negara AS di Minneapolis, yang memicu unjuk rasa besar-besaran.