Oleh karena itu, inovasi yang lahir dari masyarakat maupun perguruan tinggi perlu didorong agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Untuk itu, sejak tahun 2025, Kemenko PM menggelar penganugerahan Mandaya Awards sebagai pengakuan terhadap pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat, serta kompetisi Innovilleague untuk mendorong inovasi pemberdayaan masyarakat desa oleh para mahasiswa.

Menurut Haris, perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Melalui inovasi, penerapan ilmu pengetahuan, dan pendampingan langsung, kampus diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal, memperkuat usaha, serta menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Seleksi Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 melibatkan pakar lintas lembaga, termasuk Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BRIN), akademisi, dan mitra pemberdayaan, dengan dukungan Forum Rektor Indonesia (FRI) serta Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).