Ahli diet terdaftar dan profesor madya Heewon Gray, PhD menyebut biji delima mengandung beberapa antioksidan, terutama polifenol, termasuk antosianin, ellagitannin, asam ellagic, dan asam gallic.

Antioksidan ini dapat membantu melindungi sel dengan mengurangi stres oksidatif dan memodulasi jalur inflamasi.

Ahli diet terdaftar lainnya, Lyndsay Hall, BASc, RD, menilai efek ini juga dikaitkan dengan penyembuhan luka, dukungan kesuburan, dan pencegahan beberapa jenis kanker. Terlebih lagi, biji delima mengandung lemak tak jenuh ganda (lemak sehat) yang disebut asam punisat. Asam ini dapat mengurangi peradangan di otak, yang dikaitkan dengan pencegahan penurunan kognitif dan penyakit seperti alzheimer.

Bagi jantung, kandungan polifenol termasuk antosianin dan ellagitannin dapat melawan stres oksidatif dan peradangan. Kedua proses ini dapat berkontribusi pada penyakit jantung, jadi menjaganya tetap terkendali dapat melindungi jantung.

Polifenol ini juga dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan fungsi lapisan pembuluh darah endotel dan menurunkan kolesterol.