Kandungan protein ini membuat kacang hijau bisa menjadi variasi sumber protein, terutama ketika dikombinasikan dengan sumber pangan lainnya.
3. Membantu menjaga kadar gula darah
Kandungan serat dalam kacang hijau juga berkaitan dengan pengaturan respons tubuh terhadap makanan. Serat tidak dicerna dan diserap dengan cara yang sama seperti karbohidrat sederhana sehingga dapat membantu memperlambat proses pencernaan.
Kementerian Kesehatan menyebut asupan serat yang cukup dapat membantu mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk diabetes. Meski demikian, kacang hijau bukan obat diabetes dan tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Cara penyajian juga penting. Kacang hijau yang dibuat menjadi bubur dengan tambahan gula dalam jumlah banyak tentu memiliki kandungan gula yang berbeda dibandingkan kacang hijau yang dimasak tanpa banyak pemanis.
Kacang hijau juga memiliki berbagai senyawa antioksidan, termasuk senyawa fenolik dan flavonoid. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Namun, istilah antioksidan tidak berarti kacang hijau dapat secara langsung mencegah atau mengobati penyakit. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan yang menyediakan beragam zat gizi dan senyawa bioaktif.
Kandungan serat, kalium dan magnesium dalam kacang hijau membuatnya menjadi salah satu makanan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk menjaga kesehatan jantung.
Serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol, sementara kalium dan magnesium memiliki berbagai fungsi dalam tubuh, termasuk berkaitan dengan pengaturan tekanan darah dan fungsi otot.
Kementerian Kesehatan juga menyebut kandungan serat dan mineral pada kacang hijau dapat mendukung kesehatan jantung.