Tetap perlu diingat, kesehatan jantung tidak ditentukan oleh satu jenis makanan. Aktivitas fisik, kualitas tidur, berat badan, tekanan darah, serta pola makan secara keseluruhan juga ikut berperan.

6. Membantu memenuhi kebutuhan mineral

Kacang hijau mengandung sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, fosfor dan zat besi. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh.

Sebagai contoh, kalsium dan fosfor dibutuhkan untuk menjaga tulang dan gigi, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Data gizi yang dicantumkan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kacang hijau juga menyediakan sejumlah vitamin dan mineral yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam.

7. Baik sebagai bagian dari pola makan seimbang

Kacang hijau cukup fleksibel untuk dimasukkan ke dalam menu sehari-hari. Selain diolah menjadi bubur, kacang hijau dapat digunakan sebagai bahan makanan lain atau dikonsumsi dalam bentuk kecambah.

Meski punya banyak kandungan gizi, cara mengolahnya tetap perlu diperhatikan. Bubur kacang hijau yang ditambahkan banyak gula dan santan, misalnya, tentu memberikan asupan kalori dan gula yang lebih tinggi.

Karena itu, manfaat kacang hijau akan lebih terasa jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan beragam. Padukan dengan sayur, buah, sumber protein lain dan makanan pokok agar kebutuhan zat gizi tubuh dapat terpenuhi dengan lebih lengkap.

Lewat kandungan protein nabati, serat, mineral dan senyawa antioksidan, kacang hijau bisa menjadi pilihan pangan sederhana yang cukup bernutrisi. Harganya yang relatif terjangkau juga membuatnya mudah dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.