NADIKABAR.COM — Kacang hijau menjadi salah satu bahan makanan yang cukup akrab bagi masyarakat Indonesia. Selain mudah ditemukan dan harganya relatif murah, kacang hijau juga bisa diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari bubur, isian kue, minuman hingga kecambah.

Di balik ukurannya yang kecil, kacang hijau mengandung sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kacang-kacangan ini merupakan sumber protein nabati dan juga mengandung serat, mineral serta berbagai senyawa antioksidan.

Kementerian Kesehatan RI menyebut kacang hijau sebagai salah satu bahan pangan yang kaya protein nabati. Kacang hijau juga mengandung serat, kalium, magnesium, kalsium dan sejumlah zat gizi lainnya.

Lalu, apa saja manfaat kacang hijau bagi kesehatan?

1. Membantu menjaga kesehatan pencernaan

Kacang hijau mengandung serat yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi saluran pencernaan. Serat dapat membantu menambah volume dan melunakkan feses sehingga buang air besar menjadi lebih lancar.

Asupan serat yang cukup juga penting untuk menjaga kesehatan mikrobiota usus. Sebagian serat dapat berperan sebagai prebiotik yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam saluran pencernaan.

Karena itu, mengonsumsi kacang hijau sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Kacang hijau termasuk salah satu sumber protein yang berasal dari tumbuhan. Protein sendiri dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, sekaligus menjalankan berbagai fungsi penting lainnya.

Kementerian Kesehatan memasukkan kacang hijau sebagai salah satu pilihan lauk atau sumber protein nabati dalam panduan pola makan bergizi seimbang.

Kandungan protein ini membuat kacang hijau bisa menjadi variasi sumber protein, terutama ketika dikombinasikan dengan sumber pangan lainnya.

3. Membantu menjaga kadar gula darah

Kandungan serat dalam kacang hijau juga berkaitan dengan pengaturan respons tubuh terhadap makanan. Serat tidak dicerna dan diserap dengan cara yang sama seperti karbohidrat sederhana sehingga dapat membantu memperlambat proses pencernaan.

Kementerian Kesehatan menyebut asupan serat yang cukup dapat membantu mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk diabetes. Meski demikian, kacang hijau bukan obat diabetes dan tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.

Cara penyajian juga penting. Kacang hijau yang dibuat menjadi bubur dengan tambahan gula dalam jumlah banyak tentu memiliki kandungan gula yang berbeda dibandingkan kacang hijau yang dimasak tanpa banyak pemanis.

Kacang hijau juga memiliki berbagai senyawa antioksidan, termasuk senyawa fenolik dan flavonoid. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Namun, istilah antioksidan tidak berarti kacang hijau dapat secara langsung mencegah atau mengobati penyakit. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan yang menyediakan beragam zat gizi dan senyawa bioaktif.

Kandungan serat, kalium dan magnesium dalam kacang hijau membuatnya menjadi salah satu makanan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk menjaga kesehatan jantung.

Serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol, sementara kalium dan magnesium memiliki berbagai fungsi dalam tubuh, termasuk berkaitan dengan pengaturan tekanan darah dan fungsi otot.

Kementerian Kesehatan juga menyebut kandungan serat dan mineral pada kacang hijau dapat mendukung kesehatan jantung.

Tetap perlu diingat, kesehatan jantung tidak ditentukan oleh satu jenis makanan. Aktivitas fisik, kualitas tidur, berat badan, tekanan darah, serta pola makan secara keseluruhan juga ikut berperan.

6. Membantu memenuhi kebutuhan mineral

Kacang hijau mengandung sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, fosfor dan zat besi. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh.

Sebagai contoh, kalsium dan fosfor dibutuhkan untuk menjaga tulang dan gigi, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Data gizi yang dicantumkan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kacang hijau juga menyediakan sejumlah vitamin dan mineral yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam.

7. Baik sebagai bagian dari pola makan seimbang

Kacang hijau cukup fleksibel untuk dimasukkan ke dalam menu sehari-hari. Selain diolah menjadi bubur, kacang hijau dapat digunakan sebagai bahan makanan lain atau dikonsumsi dalam bentuk kecambah.

Meski punya banyak kandungan gizi, cara mengolahnya tetap perlu diperhatikan. Bubur kacang hijau yang ditambahkan banyak gula dan santan, misalnya, tentu memberikan asupan kalori dan gula yang lebih tinggi.

Karena itu, manfaat kacang hijau akan lebih terasa jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan beragam. Padukan dengan sayur, buah, sumber protein lain dan makanan pokok agar kebutuhan zat gizi tubuh dapat terpenuhi dengan lebih lengkap.

Lewat kandungan protein nabati, serat, mineral dan senyawa antioksidan, kacang hijau bisa menjadi pilihan pangan sederhana yang cukup bernutrisi. Harganya yang relatif terjangkau juga membuatnya mudah dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.