Penelitian telah membuktikan bahwa bahagia bisa menurunkan kadar kortisol. Ditemukan bahwa orang yang bahagia mempunyai kadar kortisol 32 persen lebih rendah dibandingkan yang kurang bahagia.

Psychology Today menemukan bahwa rasa bahagia berhubungan dengan daya tahan tubuh yang lebih kuat. Suasana hati yang baik bisa membuat tubuh lebih tahan menghadapi virus dan mengurangi keparahan gejala penyakit.

Terdapat penelitian yang melibatkan orang-orang yang terkena virus flu. Ditemukan bahwa peserta dengan emosi bahagia lebih sulit untuk jatuh sakit. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi emosional menciptakan antibodi yang tinggi yang membuat tubuh lebih kuat menghadapi virus penyakit.

Perasaan bahagia mendorong seseorang untuk memiliki pola hidup yang lebih sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, aktif berolahraga, dan kualitas tidur yang baik.

Penelitian menemukan bahwa orang yang bahagia 47 persen cenderung mengonsumsi buah dan sayuran. Selain itu, emosi positif juga bisa membuat seseorang melakukan aktivitas olahraga sekitar 10 jam perminggu. Terakhir, mereka juga terhindar dari masalah tidur seperti insomnia.