NADIKABAR.COM β Menambahkan kacang dapat meningkatkan kandungan protein dan serat dalam makanan apa pun, termasuk dalam menjaga kesehatan tubuh.
Namun, tidak membilasnya sebelum dimakan atau dimasak dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang tidak diinginkan seperti berisiko mengonsumsi lebih banyak natrium.
"Membilas kacang kalengan menghilangkan hingga 40 persen kandungan natrium dan membersihkan cairan bertepung yang dapat mengubah rasa dan tekstur masakan," kata ahli gizi terdaftar dan pemilik Amy Davis Nutrition Amy Davis, RDN, dalam siaran Health pada Senin (21/9) waktu setempat.
Davis menjelaskan natrium biasanya ditambahkan ke kacang kalengan untuk mengawetkannya. Meski tergantung pada mereknya, setengah cangkir kacang hitam kalengan dapat mengandung antara 80 miligram dan 400 miligram natrium.
Menurut instruktur nutrisi di Fakultas Kedokteran Universitas Case Western Reserve Lindsay Malone, RDN, LD, membilas kacang kalengan akan meminimalkan gas atau masalah pencernaan lainnya yang dapat disebabkan oleh beberapa protein nabati.
βKacang termasuk dalam kategori makanan yang disebut FODMAP, singkatan dari fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols. Ini adalah jenis karbohidrat yang dapat menyebabkan gas dan kembung pada orang tertentu, meskipun beberapa orang lebih sensitif terhadapnya daripada yang lain," kata Malone.
Mencuci kacang kalengan juga menghilangkan beberapa oligosakarida. Jika tidak dihilangkan dapat menyebabkan gas selama pencernaan.
Disarankan untuk memasaknya dalam panci presto untuk lebih menghindari gas dari kacang.
Sementara untuk meningkatkan daya cerna, Davis mengatakan menambahkan bahan-bahan seperti jintan atau jahe bersama kacang akan membantu.
Adapun manfaat memakan kacang dalam diet adalah menambahkan asupan protein dan serat.
Kedua nutrisi yang ditemukan dalam kacang kalengan itu dapat memperlambat pencernaan, yang dapat membantu mengatur respons gula darah tubuh dan membuat kita merasa lebih kenyang.
Hal ini menghasilkan lonjakan dan penurunan gula darah dan tingkat energi yang lebih sedikit setelah makan.
Serat dari kacang juga mendukung kesehatan usus dengan mendorong keteraturan dan memberi makan bakteri baik dalam mikrobioma usus dan menurunkan kadar kolesterol juga.
Kacang kalengan juga memiliki banyak mikronutrien, termasuk vitamin, mineral, dan fitonutrien yang juga dikenal sebagai senyawa tumbuhan.
βVitamin seperti folat dan mineral seperti zat besi, fosfor, kalium, dan magnesium ditemukan dalam jumlah yang signifikan dalam kacang kalengan,β kata Davis.
Nutrisi ini mendukung kesehatan metabolisme, kekebalan tubuh, dan jantung.
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti