Sandi menjelaskan ketersediaan air yang tidak mencukupi di semua lokasi kebakaran menjadi kendala utama.

Berdasarkan Satgas Karhutla Provinsi Jambi, selama 1 Januari hingga 16 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar tercatat seluas 4.363,86 hektare (ha).

Personel telah diletakkan di posisi masing-masing, akan melaksanakan strategi pemadaman berdasarkan jarak dan sumber titik api, dan situasi di lapangan.