Dalam kasus tersebut, Zulkieflimansyah sebelumnya tercatat hadir memenuhi panggilan penyidik kejaksaan pada Juli 2026. Ia hadir dengan didampingi tim kuasa hukum.

Saat itu, Zulkieflimansyah mengakui bahwa dirinya menjalani pemeriksaan soal penyelenggaraan LSMC 2023.

"Pertanyaannya tidak banyak hanya berkaitan dengan kronologis (pelaksanaan)," ujarnya pada Rabu (22/7).

Dia menyampaikan bahwa saat kegiatan LSMC 2023 berlangsung, dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur NTB.

Melainkan, Zulkieflimansyah mengaku pada periode akhir jabatan Gubernur NTB sempat mengupayakan agar ada kegiatan bertema "sport tourism" berlangsung.

Tujuannya, untuk mendongkrak jumlah kunjungan pariwisata yang dapat memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat di NTB.

Ia menceritakan bahwa dirinya sebagai inisiator kegiatan ini mengupayakan adanya dukungan anggaran dari pusat dengan membawa proposal kegiatan bernama Motocross Grand Prix (MXGP).

"Tetapi karena hal tertentu, sehingga tidak bisa dicairkan, akhirnya cair setelah saya tidak menjadi gubernur, kemudian barulah dilaksanakan LSMC ini. Bagaimana soal teknis lomba? Kan saya tidak mengerti," kata Zulkieflimansyah.

Perihal adanya kabar keuntungan Rp2,5 miliar dari kegiatan LSMC 2023 yang berlangsung pada 24–26 November 2023 ditampung di Bank NTB Syariah untuk membayar utang pelaksanaan MXGP 2023 yang berlangsung sebelumnya pada periode akhir Juni hingga awal Juli 2023, ia menyatakan tidak memahami hal tersebut.