Sementara itu, Made yang coba dikonfirmasi NadiKabar soal laporan itu sampai berita ini ditulis belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, Made melaporkan dugaan penganiayaan yang terjadi di halaman Pascasarjana IAKN Kupang, Senin (31/8/2026) pagi. "Saya dianiaya tadi pagi, setelah selesai apel," ujar Made di ruangan ICU RSB Kupang.

Made membeberkan peristiwa itu bermula ketika selesai apel pagi, Harun tiba-tiba mendatanginya dan mempertanyakan persoalan pengurusan kenaikan pangkat yang menurutnya belum diselesaikan sekitar dua tahun.

Menganggapi pertanyaan itu, Made menjawab bahwa persoalan tersebut selama ini telah diurus. "Saya menjawab saat itu, apabila dokumen SK yang diperlukan sudah tersedia, maka proses pengurusan dapat segera dilakukan," terang Made.

Menurut Made, Harun sempat melontarkan pernyataan kepadanya, sebelum akhirnya pemukulan itu terjadi. "Tidak lama berselang, Harun Natonis memukul saya, sebanyak satu kali pada bagian dada," ujarnya.