NADIKABAR.COM — Ada perang yang berlangsung tanpa senjata, tanpa pasukan di medan tempur, dan sering kali tak kasatmata. Perang tersebut menjalar melalui informasi, penyadapan, penguasaan data, infiltrasi, hingga perebutan pengaruh di lingkar kekuasaan.

Dalam perspektif strategi politik dan intelijen, fenomena ini dapat dibaca sebagai Mantrayuddha: perang melalui strategi, informasi, intrik, dan pengendalian pengetahuan.

Terbongkarnya dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh sejumlah perwira tinggi Polri menjadi peristiwa yang mengguncang persepsi publik terhadap sistem keamanan nasional.

Persoalannya bukan semata-mata siapa yang menyadap dan siapa yang disadap. Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah: apakah terdapat persoalan serius dalam tata kelola kekuasaan, loyalitas kelembagaan, dan pengawasan terhadap instrumen intelijen negara?