NADIKABAR.COM — Di era kecerdasan buatan (AI), sepak terjang Jensen Huang, CEO Nvidia dan salah satu pengusaha paling terkemuka di dunia, menarik perhatian publik. Namun kali ini terkait kontroversi 'manajemen keluarga'.

Keputusannya menempatkan putra, putri, dan kini menantunya ke dalam peran manajemen inti di Nvidia, memicu kritik mengenai nepotisme di mana anggota keluarga pendiri perusahaan tersebut semakin memengaruhi bisnisnya.

Kontroversi ini memanas bulan Januari ketika menantunya, Nico Caprez yang berusia 35 tahun, dipromosikan menjadi Wakil Presiden Pertumbuhan Infrastruktur AI Global di NVIDIA. Dikutip NadiKabar dari Chosun, kenaikan pangkat yang meroket ini terjadi hanya 23 bulan setelah ia mulai bekerja pada Februari 2024

Perannya semakin memicu sorotan karena kini mengawasi infrastruktur AI global, area krusial bagi masa depan Nvicia. Caprez bertugas menghubungkan klien pusat data yang membeli unit pemrosesan grafis (GPU) NVIDIA dengan sumber daya pendanaan, pelanggan, tenaga listrik, dan fasilitas fisik.

Sikap pilih kasih Huang terhadap menantunya dilaporkan cukup mencolok. Seorang sumber dari perusahaan komputasi cloud menggambarkan Caprez sebagai "consigliere" Huang, istilah yang merujuk pada orang kepercayaan tempat bos mafia berkonsultasi mengenai masalah sensitif.