NADIKABAR.COM — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying alias pembelian secara berlebihan di tengah maraknya antrean BBM di sejumlah SPBU. Andi Sudirman bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi agar distribusinya tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menerima audiensi Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Pemprov Sulsel terkait pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU bagi pemerintah daerah 24 Kabupaten/Kota.
"Kita telah membentuk Satgas juga dan kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan panic buying, pembelian BBM," kata Andi Sudirman.
Berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, Andi Sudirman menyebut stok BBM tersedia di SPBU, termasuk layanan yang beroperasi 24 jam. Namun peningkatan permintaan terhadap BBM bersubsidi turut menyebabkan kepadatan dan antrean di sejumlah SPBU.
"Stok ada di SPBU kita, termasuk 24 jam terbuka, dan memang ada peningkatan permintaan untuk yang bersubsidi," ujarnya.
Di tengah kondisi itu, Andi Sudirman meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kepanikan justru dapat memperpanjang antrean dan menyulitkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.