Selain peningkatan permintaan, Pemprov Sulsel juga menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai aturan di lapangan. Temuan itu di antaranya, pengisian BBM secara berulang meskipun BBM sebelumnya belum dimanfaatkan, hingga dugaan modifikasi tangki kendaraan.

"Tidak sedikit ada di lapangan ditemukan kondisi-kondisi yang mengindikasikan kecurangan, baik daripada pengisian berulang tanpa dimanfaatkan BBM yang sudah diisi hari sebelumnya. Yang kedua kadang-kadang modifikasi tangki," jelasnya.

Untuk mencegah praktik tersebut, pengawasan akan diperketat. Pemeriksaan akan dilakukan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran, termasuk menindak oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

"Kita akan perketat ke depan, termasuk pemeriksaan sampai pencabutan izin dan pemblokiran nomor polisi kendaraan tersebut," tegas Andi Sudirman.

Andi Sudirman juga mengingatkan agar pemilik kendaraan dan para pengemudi mematuhi regulasi yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara melakukan pengisian berulang atau menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.