NADIKABAR.COM β€” Utusan Khusus Presiden RI untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral Mari Elka Pangestu mendorong pengembangan green rice atau beras hijau di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Dalam Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa, Mari menjelaskan green rice merupakan praktik produksi padi di lahan yang sama dengan hasil panen yang lebih tinggi, tetapi menggunakan lebih sedikit air dan pupuk sehingga dapat menekan emisi metana.

Menurut dia, praktik tersebut juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah setelah panen sebagai kompos sehingga mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Mari mengatakan praktik green rice telah terbukti diterapkan di Vietnam dan Indonesia diharapkan dapat mengembangkan pendekatan serupa.

Ia menyampaikan bahwa komoditas lain seperti kelapa sawit, kopi dan kakao telah mengalami banyak kemajuan dalam memenuhi standar keberlanjutan, baik Indonesian Sustainable Palm Oi (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), maupun Regulasi Anti-Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

Menurut dia, pemenuhan standar tersebut akan memberikan nilai tambah hijau (green premium) bagi produk-produk Indonesia.

Oleh karena itu, dia menekankan peningkatan produktivitas pertanian ke depan perlu dilakukan secara berkelanjutan, tanpa merusak kualitas tanah dan mengganggu pasokan air.

Ia juga menilai diperlukan pengembangan benih dengan produktivitas lebih tinggi dan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi iklim yang lebih panas serta keterbatasan pasokan air.

Selain meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya, Mari menyampaikan praktik green rice juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi petani melalui mekanisme nilai ekonomi karbon.

Mari mengatakan pengurangan emisi dari praktik budidaya tersebut dapat dikonversi menjadi kredit karbon apabila memenuhi persyaratan pengukuran dan verifikasi.

β€œDengan begitu, kita bisa meraih tiga keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama adalah peningkatan produksi, kedua adalah keberlanjutan lingkungan dan yang paling penting peningkatan pendapatan bagi para petani,” ucap dia.