NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, marah atas dugaan pembunuhan seorang wanita yang dilakukan seorang personel Marinir Amerika Serikat (AS) di Okinawa. Takaichi mengecamnya sebagai "kejahatan keji", dan telah melayangkan protes kepada otoritas Washington.
Berbagai tindak kejahatan yang dilakukan personel militer AS yang ditugaskan di Jepang telah sejak lama memicu protes, terutama di area Okinawa, yang menanggung beban berat karena menampung sekitar 70 persen fasilitas militer Amerika.
Rentetan tindak kejahatan oleh tentara AS itu tergolong beragam, mulai dari pemerkosaan, penganiayaan, tabrak lari, hingga mengemudi dalam keadaan mabuk.