NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim teknis New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) Australia melakukan pemadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim). Operasi pemadaman dilakukan melalui metode water bombing atau pengeboman air karena masih ditemukan sejumlah titik api di wilayah tersebut.

Pesawat Hercules C-130 diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Pemilihan Kaltim sebagai lokasi operasi merupakan hasil pengamatan dan diskusi tim teknis Indonesia dan Australia.

Berdasarkan pemantauan BNPB, Kaltim masih memiliki banyak titik api. Pada Kamis (5/11), jumlah titik api di wilayah tersebut berada di posisi kedua terbanyak setelah Kalimantan Tengah.

Kondisi itu sejalan dengan laporan harian Direktorat Koordinasi Operasi BNPB per 4 November 2026 pukul 18.00 WIB. Laporan tersebut mencatat luas lahan dalam penanganan di Kalimantan Timur meningkat 53 persen.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya telah memastikan wilayah yang masih membutuhkan bantuan pemadaman melalui udara. Salah satunya di Kaltim.