"Hasil pengamatan dan observasi kita serta diskusi dengan tim teknis Australia, di wilayah Kalimantan Timur masih terdapat banyak titik api," ujar Kristomei.
Kristomei menjelaskan pesawat Hercules C-130 dipilih karena memiliki kapasitas angkut air hingga 15.000 liter. Dengan kapasitas tersebut, operasi pemadaman diharapkan bisa berjalan efektif.
"Jadi sehari itu bisa sampai 100.000 liter nanti kita untuk dropping di memang wilayah yang sudah kita petakan yang masih membutuhkan untuk water bombing atau untuk pemadaman apinya," jelasnya.
BNPB bersama tim New South Wales Rural Fire Service Australia telah melakukan pembahasan teknis untuk menentukan wilayah-wilayah yang menjadi prioritas pemadaman.
Pelepasan armada udara tersebut dipimpin Kepala BNPB bersama jajaran pimpinan tinggi BNPB. Turut hadir Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, beserta jajarannya.